Menguasai Analisis Pasar di Era Hijau: Suksesnya Pelatihan Certified Marketing Analyst (CMA) untuk PT. JIEP Ecogreen oleh Edu-Flex Innovations

Jakarta, November 2024 – Dalam ekosistem bisnis modern yang bergerak sangat dinamis, pengambilan keputusan tidak lagi bisa hanya mengandalkan insting atau kebiasaan lama. Perusahaan dituntut untuk membaca data, menganalisis tren perilaku konsumen, dan memformulasikan strategi yang presisi agar dapat bertahan sekaligus memenangkan kompetisi. Memahami urgensi kompetensi analitikal ini, Edu-Flex Innovations kembali menorehkan jejak kesuksesan dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Certified Marketing Analyst (CMA).

Acara bergengsi ini diselenggarakan secara tatap muka (offline) selama dua hari penuh, tepatnya pada tanggal 28 hingga 29 November 2024. Mengambil lokasi di pusat bisnis ibu kota yang prestisius, yakni Menara Danareksa – Jakarta, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang intensif, eksklusif, dan interaktif. Peserta yang hadir pada batch kali ini adalah sekumpulan profesional terpilih dari PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Ecogreen, sebuah entitas yang berfokus pada pengelolaan kawasan industri dengan pendekatan berwawasan lingkungan.

Urgensi Analisis Pemasaran bagi Sektor Industri Berkelanjutan

Bagi PT. JIEP Ecogreen, memasarkan layanan dan kawasan industri hijau (green industrial estate) memiliki tantangan tersendiri. Target pasar mereka (B2B atau Business to Business) adalah korporasi multinasional dan perusahaan lokal berskala besar yang memiliki proses pengambilan keputusan yang sangat rasional, panjang, dan didorong oleh data (data-driven). Di sinilah peran seorang Certified Marketing Analyst menjadi sangat krusial.

Seorang analis pemasaran bertugas untuk mengumpulkan intelijen pasar, membedah strategi kompetitor, mengevaluasi Return on Investment (ROI) dari setiap inisiatif pemasaran, dan yang terpenting, mengidentifikasi peluang pasar baru. Melalui program sertifikasi CMA ini, para profesional dari PT. JIEP Ecogreen dibekali dengan kerangka kerja komprehensif untuk menerjemahkan data mentah menjadi wawasan strategis (strategic insights) yang dapat langsung dieksekusi oleh manajemen.

Menyelami Profil Sang Mentor: Ir. A Sumitro Parikesit

Faktor paling menentukan dari kualitas sebuah pelatihan tingkat lanjut adalah figur yang berdiri di depan kelas sebagai instruktur. Pada pelatihan CMA ini, Edu-Flex Innovations menghadirkan narasumber kaliber berat, yakni Bapak Ir. A Sumitro Parikesit. Beliau adalah seorang profesional senior yang lahir di Bandung pada tahun 1962, dan memiliki rekam jejak yang sangat panjang serta mengesankan di level global.

Latar belakang akademis Bapak Sumitro sangat unik dan menjadi fondasi yang kuat bagi kemampuan analitisnya. Beliau adalah lulusan Jurusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1989. Pola pikir rekayasa (engineering mindset) yang sistematis dan terstruktur ini kemudian diperkaya dengan keahlian spesifik setelah beliau menempuh pendidikan di Australia Packaging Institute, Melbourne pada tahun 1992. Kombinasi antara ilmu teknik dan pemahaman komersial inilah yang membuat beliau sangat mahir dalam menganalisis produk dari hulu ke hilir.

Dalam keahlian intinya, Bapak Sumitro dikenal luas sebagai pakar di bidang Branding Produk dan Inovasi Brand. Beliau bukan sekadar analis di belakang meja, melainkan praktisi yang telah memimpin proyek-proyek New Product Development (NPD) berskala internasional. Pengalaman panjangnya melibatkan proses menyeluruh, mulai dari perumusan konsep, desain, hingga peluncuran dan penetrasi ke pasar.

Dua Dekade Mendominasi Industri FMCG Global

Untuk memberikan perspektif analisis pemasaran yang nyata kepada para peserta dari JIEP Ecogreen, Bapak Sumitro banyak membedah studi kasus dari pengalamannya selama puluhan tahun di raksasa Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dunia.

Karier panjangnya di PT Unilever Indonesia (berlangsung dari tahun 1991 hingga 2011) menjadi materi masterclass tersendiri. Beliau memulai kariernya sebagai Asisten Packaging Development Manager (1991-1996), sebelum akhirnya melesat memegang berbagai posisi strategis, termasuk memimpin tim global. Bapak Sumitro memiliki pengalaman langsung mewujudkan kebutuhan pemasaran untuk berbagai kategori raksasa, mulai dari Personal Care , Oral Care , Es Krim , Makanan , hingga Home Care.

Nama-nama brand legendaris yang pernah ditanganinya merupakan bukti sahih atas kemampuannya membaca pasar. Peserta pelatihan diajak membedah bagaimana brand seperti Pepsodent, SunSilk, Clear, Lux, Rexona, Axe, Vaseline, Citra, Pond’s, Lifebuoy, Sunlight, Rinso, Sariwangi, Royco, Wall’s, Buavita, hingga Cusson dan Imperial Leather merajai pasar. Menganalisis brand-brand yang telah menjadi “Top of Mind” ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana riset pasar dan analisis kompetitor diterapkan untuk menjaga dominasi (market share) selama bertahun-tahun.

Lebih jauh lagi, kepemimpinan analitis Bapak Sumitro diuji di ranah internasional saat beliau menjabat sebagai Direktur Packaging Asia di PZ Cussons Indonesia pada kurun waktu 2011 hingga 2019. Dalam peran ini, beliau mewujudkan kebutuhan pemasaran untuk produk bayi, perawatan diri, dan perawatan rumah dengan target pasar yang membentang dari Australia, Indonesia, Thailand, Afrika, hingga Inggris. Pemahaman lintas budaya dan analisis pasar global seperti ini sangat relevan bagi JIEP Ecogreen yang juga membidik investor dan tenant dari berbagai belahan dunia.

Titik Temu: Analisis Pemasaran, Inovasi, dan Keberlanjutan (Sustainability)

Satu hal yang membuat pelatihan pada tanggal 28-29 November ini sangat tailor-made (sesuai kebutuhan) bagi PT. JIEP Ecogreen adalah latar belakang kuat sang pelatih di bidang keberlanjutan. Sebagai pengelola kawasan eco-green, strategi pemasaran JIEP harus berlandaskan pada prinsip ramah lingkungan.

Bapak Sumitro Parikesit memiliki pemahaman mendalam tentang standar keberlanjutan global. Beliau tercatat pernah mengikuti Unilever Sustainability Foundation Courses di Shanghai, Tiongkok pada tahun 2009 , serta memegang sertifikasi sistem manajemen lingkungan ISO 14001 sejak tahun 2005.

Dalam sesi pelatihan, beliau mengajarkan bagaimana seorang analis pemasaran dapat menemukan nilai jual (unique selling proposition) dari inisiatif hijau perusahaan. Beliau membagikan pengalaman nyatanya saat melakukan penghematan biaya produksi secara masif melalui inovasi material alternatif yang lebih efisien. Hal ini membuka wawasan peserta bahwa analisis pemasaran tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan (top-line), tetapi juga efisiensi biaya (bottom-line) melalui inovasi berkelanjutan, sebuah konsep yang sangat krusial bagi entitas seperti JIEP Ecogreen.

Bahkan, dedikasi Bapak Sumitro pada inovasi dibuktikan dengan kepemilikan paten internasional (International Patent for Packaged Brush) yang terdaftar pada tahun 2000. Pemikiran inovatif inilah yang coba ditularkan kepada para peserta selama dua hari di Menara Danareksa.

Dinamika Kelas Offline: Membangun Pemimpin Strategis

Pelaksanaan pelatihan secara tatap muka di Menara Danareksa memberikan nilai tambah yang tak tertandingi. Para profesional JIEP Ecogreen dapat berinteraksi secara intens, melakukan bedah kasus internal perusahaan, dan berdiskusi tanpa hambatan layar virtual.

Sebagai seseorang yang terbiasa memimpin ratusan orang—seperti saat beliau menjabat sebagai General Manager di PT Technoplastika Prima Perdana (2019-2020) memimpin 500 karyawan —Bapak Sumitro sangat piawai dalam menghidupkan suasana kelas. Kemampuan komunikasi publiknya telah terasah di berbagai forum prestisius. Beliau kerap menjadi pembicara tingkat internasional, seperti di ajang Asean Packaging Forum di Singapura (2016) dan Avery Denison China di Shanghai (2016) , serta sering diundang sebagai dosen tamu di almamaternya, ITB, dan Universitas Parahyangan.

Selain dibekali dengan modul pemasaran dan inovasi produk, pemikiran makro para peserta juga diperluas dengan wawasan Bapak Sumitro di bidang perencanaan strategis. Dengan bekal kursus seperti Business Strategic Unilever Asia (1996) dan Regional Business Management Unilever Asia (1999), peserta dipandu untuk melihat pemasaran bukan sekadar taktik operasional, melainkan strategi bisnis terintegrasi.

Kesimpulan

Pelatihan Certified Marketing Analyst (CMA) yang diselenggarakan oleh Edu-Flex Innovations di Menara Danareksa pada akhir November 2024 lalu bukanlah sekadar transfer ilmu biasa. Ini adalah momen transformasi strategis bagi para profesional PT. JIEP Ecogreen.

Dengan bimbingan langsung dari maestro industri sekaliber Ir. A Sumitro Parikesit, para peserta kini memiliki persenjataan analitis yang tajam, pemahaman mendalam tentang siklus hidup produk dan inovasi merek, serta kemampuan untuk mengawinkan strategi pemasaran dengan prinsip keberlanjutan. Edu-Flex Innovations kembali membuktikan komitmennya dalam menjembatani kebutuhan industri nasional akan sumber daya manusia yang kompeten, analitis, dan berdaya saing global di era ekonomi baru.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Butuh Bantuan? Silahkan Hubungi Kami