Jakarta, Oktober 2024
– Di tengah gelombang perubahan iklim global dan tuntutan konsumen yang semakin kritis terhadap etika lingkungan, keberlanjutan (sustainability) tidak lagi sekadar menjadi jargon pemasaran atau program CSR (Corporate Social Responsibility) tempelan semata. Keberlanjutan telah bertransformasi menjadi jantung strategi perusahaan yang menentukan ketahanan, profitabilitas, dan reputasi jangka panjang. Merespons urgensi kebutuhan akan talenta yang kompeten di bidang ini, Edu-Flex Innovations sukses menyelenggarakan pelatihan tingkat lanjut bertajuk “Training & Certification: Certified International Sustainability Professional (CISP)”.

Program sertifikasi bergengsi ini dilaksanakan secara daring (online) selama dua hari penuh, tepatnya pada tanggal 5 hingga 6 Oktober 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah profesional dari berbagai latar belakang industri yang memiliki visi yang sama: menjadi pemimpin dalam inisiatif keberlanjutan di organisasi mereka masing-masing. Daya tarik utama dari program ini tidak hanya terletak pada gelar sertifikasi internasional yang ditawarkan, tetapi juga pada bobot materi dan kredibilitas instruktur yang dihadirkan, yakni Bapak Ir. A Sumitro Parikesit, seorang praktisi senior dengan pengalaman puluhan tahun di perusahaan multinasional papan atas.
Urgensi Kompetensi ESG di Era Industri 4.0
Dunia bisnis saat ini sedang menghadapi tekanan regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance – ESG). Pelatihan CISP yang dirancang oleh Edu-Flex Innovations ini hadir untuk menjawab kekosongan keterampilan (skills gap) tersebut. Berdasarkan kurikulum yang disusun, pelatihan ini memberikan landasan yang kokoh mengenai praktik ESG, pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting), pengembangan strategi hijau (green strategy development), serta kepatuhan terhadap standar internasional.
Para peserta yang mengikuti pelatihan pada 5-6 Oktober lalu tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diberdayakan untuk mengemudikan praktik bisnis yang berdampak dan bertanggung jawab. Hal ini sangat krusial mengingat investor global kini menjadikan metrik ESG sebagai salah satu indikator utama dalam menanamkan modal. Oleh karena itu, lulusan program CISP ini dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak perusahaan dalam merancang kebijakan yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menguntungkan secara ekonomi.
Baca Juga:
- Mencetak Analis Berwawasan Lingkungan: Edu-Flex Innovations Gelar Pelatihan Sustainability Analyst Bersama Ir. A Sumitro Parikesit
- Sinergi Teori dan Praktik: Edu-Flex Innovations Gelar Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia Bersama Adam Faritzal, S.E., M.M.
Profil Trainer: Sinergi Keahlian Teknis dan Manajemen Strategis
Keberhasilan sebuah pelatihan sangat bergantung pada siapa yang memegang kendali di ruang kelas (atau dalam hal ini, ruang virtual). Edu-Flex Innovations menghadirkan Ir. A Sumitro Parikesit, sosok yang memiliki rekam jejak “paket lengkap” antara latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman lapangan yang ekstensif.
Bapak Sumitro merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1989. Latar belakang teknik ini memberikan beliau kemampuan analisis yang tajam terhadap proses produksi dan material, sebuah aspek fundamental dalam menilai jejak karbon sebuah produk. Tidak berhenti di situ, beliau juga memperdalam ilmunya di Australia Packaging Institute, Melbourne, pada tahun 1992. Kombinasi ilmu teknik kimia dan teknologi kemasan ini menjadi aset berharga dalam pelatihan keberlanjutan, mengingat limbah kemasan adalah salah satu isu lingkungan terbesar di dunia saat ini.
Dalam sesi pelatihan, Bapak Sumitro tidak berbicara sebagai akademisi murni, melainkan sebagai praktisi yang telah “kenyang” pengalaman memimpin inisiatif di perusahaan raksasa seperti Unilever dan PZ Cussons. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Packaging Asia di PZ Cussons (2011-2019), di mana beliau bertanggung jawab mewujudkan kebutuhan pemasaran untuk pasar Australia, Indonesia, Thailand, Afrika, dan Inggris.
Relevansi beliau sebagai instruktur Sustainability semakin valid dengan adanya sertifikasi dan pelatihan spesifik yang pernah beliau tempuh, antara lain:
- Unilever Sustainability Foundation Courses di Shanghai, China (2009).
- Sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dari Unilever (2005).
- Sertifikasi ISO 22000 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan) (2004).
Pengalaman-pengalaman ini memungkinkan Bapak Sumitro untuk membedah materi CISP dengan studi kasus nyata. Beliau mampu menjelaskan bagaimana konsep teoretis sustainability diterjemahkan menjadi New Product Development (NPD) yang sukses di pasaran , serta bagaimana melakukan penghematan biaya melalui inovasi material alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Mengupas Materi Pelatihan: Dari Teori ke Aplikasi Nyata
Selama dua hari pelaksanaan pada 5-6 Oktober 2024, para peserta diajak menyelami berbagai dimensi keberlanjutan. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup aspek strategis hingga teknis.
-
Strategi Pengemasan Berkelanjutan (Sustainable Packaging Strategy)
Mengingat keahlian utama Bapak Sumitro adalah di bidang Packaging Technology, sesi ini menjadi salah satu yang paling menarik. Beliau berbagi wawasan tentang bagaimana mengelola kemasan untuk brand-brand besar seperti Pepsodent, Sunsilk, Rinso, hingga Magnum. Peserta diajarkan bahwa keberlanjutan dalam pengemasan bukan hanya soal mengganti plastik dengan kertas, tetapi melibatkan analisis mendalam mengenai molding, flexible packaging, printing, hingga efisiensi proses filling. Inovasi material yang tepat tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bisa memangkas biaya produksi, sebuah konsep eco-efficiency yang vital bagi perusahaan.
-
Manajemen Kepatuhan dan Standar Internasional
Dengan bekal sertifikasi ISO 14001 dan ISO 9001, Bapak Sumitro membimbing peserta memahami kerangka kerja standar internasional. Hal ini penting bagi profesional yang ingin membawa perusahaannya menembus pasar global, di mana kepatuhan terhadap standar lingkungan seringkali menjadi syarat mutlak (non-tariff barrier). Peserta mempelajari bagaimana mengintegrasikan sistem manajemen lingkungan ke dalam operasional sehari-hari, bukan hanya sebagai dokumen pelengkap audit.
-
Kepemimpinan dalam Keberlanjutan
Keberlanjutan membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Pengalaman Bapak Sumitro sebagai General Manager di PT Technoplastika Prima Perdana, di mana beliau memimpin 500 karyawan, menjadi contoh nyata manajemen perubahan. Beliau menekankan bahwa transformasi hijau memerlukan keterlibatan seluruh lapisan organisasi, mulai dari top management hingga operator di lantai produksi. Peserta diajak berdiskusi mengenai tantangan budaya kerja dan bagaimana mengatasi resistensi terhadap perubahan menuju praktik yang lebih hijau.
-
Inovasi Produk (NPD) Berbasis Lingkungan
Salah satu keunggulan kompetitif Bapak Sumitro adalah pengalamannya memegang International Patent for Packaged Brush. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang inovator. Dalam pelatihan ini, peserta didorong untuk berpikir kreatif: bagaimana menciptakan produk baru yang tidak hanya laku di pasaran tetapi juga memiliki siklus hidup (lifecycle) yang bertanggung jawab. Diskusi mencakup bagaimana menyeimbangkan kebutuhan marketing dengan batasan teknis dan etika lingkungan.
Sertifikasi Internasional: Membuka Pintu Karier Global
Nilai tambah utama dari pelatihan yang digelar Edu-Flex Innovations ini adalah pengakuan internasional yang didapatkan oleh para pesertanya. Program ini bekerja sama dengan American Academy of Project Management (AAPM), sebuah badan akreditasi global yang berbasis di Amerika Serikat.
Setelah menyelesaikan pelatihan intensif selama dua hari dan memenuhi persyaratan kompetensi, para peserta berhak menyandang gelar profesi CISP (Certified International Sustainability Professional) di belakang nama mereka (Contoh: Nama Peserta, CISP). Gelar ini bukan sekadar aksesoris, melainkan validasi profesional bahwa pemegangnya memiliki kompetensi setara standar global dalam bidang keberlanjutan.
Selain gelar tersebut, peserta juga mendapatkan dua sertifikat sekaligus:
- Certificate of Competency dari AAPM, yang diakui secara internasional.
- Certificate of Completion dari LPK Edu-Flex Innovations sebagai penyelenggara resmi.
Investasi yang dikeluarkan oleh para profesional untuk mengikuti pelatihan ini, yang bernilai sekitar IDR 8.500.000, terbayar lunas dengan peningkatan value diri dan perluasan jaringan profesional. Di pasar tenaga kerja yang kompetitif, memiliki sertifikasi spesifik seperti CISP memberikan keunggulan komparatif yang signifikan.
Metode Pembelajaran Daring yang Efektif
Meskipun dilaksanakan secara daring (online class), interaksi antara trainer dan peserta berjalan sangat dinamis. Edu-Flex Innovations menggunakan platform konferensi video yang memungkinkan diskusi dua arah, studi kasus, dan tanya jawab secara real-time.
Keterbatasan jarak fisik dijembatani oleh kemampuan komunikasi Bapak Sumitro yang terlatih. Sebagai seseorang yang pernah menjadi pembicara di berbagai forum internasional seperti Avery Denison China di Shanghai dan Asean Packaging Forum di Singapore , serta dosen tamu di ITB dan Universitas Parahyangan, beliau sangat piawai dalam menyampaikan materi kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami. Sesi sharing pengalaman beliau saat menangani proyek lintas negara (China, Australia, Thailand, Inggris) memberikan perspektif global yang jarang didapatkan di pelatihan lokal biasa.
Baca Juga: Menjawab Tantangan ESG: Edu Flex Innovations Gelar Pelatihan Keuangan Berkelanjutan untuk Mahasiswa
Mencetak Agen Perubahan Masa Depan
Pelaksanaan pelatihan Certified International Sustainability Professional (CISP) pada 5-6 Oktober 2024 lalu merupakan bukti komitmen Edu-Flex Innovations dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau. Dengan memfasilitasi transfer pengetahuan dari pakar berpengalaman seperti Ir. A Sumitro Parikesit kepada para profesional muda, Edu-Flex turut serta mencetak agen-agen perubahan yang siap mengimplementasikan prinsip keberlanjutan secara konkret.
Para alumni pelatihan ini kini telah kembali ke organisasi mereka masing-masing dengan bekal strategi baru, wawasan tentang kepatuhan internasional, dan semangat inovasi. Mereka bukan lagi sekadar karyawan, melainkan Sustainability Champions yang siap membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis.
Bagi para profesional lain yang tertinggal gelombang ini, kesuksesan batch Oktober 2024 menjadi sinyal kuat untuk segera meningkatkan kompetensi diri. Di masa depan, literasi keberlanjutan tidak akan lagi menjadi nilai tambah, melainkan syarat mutlak untuk bertahan di dunia industri. Edu-Flex Innovations, melalui program-program berkualitasnya, siap menjadi mitra strategis dalam perjalanan pengembangan kapasitas tersebut.





