JAKARTA — Tuntutan transformasi bisnis menuju ekonomi rendah karbon dan kepatuhan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini telah mengubah lanskap operasional korporasi secara menyeluruh. Kebutuhan industri tidak lagi terbatas pada pemahaman teoretis mengenai isu lingkungan, melainkan telah bergeser pada kebutuhan praktis atas analis keberlanjutan (Sustainability Analyst) yang mampu mengukur, mengevaluasi, serta mengintegrasikan metrik keberlanjutan ke dalam keputusan rantai pasok dan strategi finansial perusahaan.
Merespons kebutuhan mendesak tersebut, PT Eduflex Innovations (Edu-Flex Innovations) menyelenggarakan program pelatihan daring (online) intensif bertajuk “Sustainability Analyst” yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 2 Februari 2025. Program ini diikuti oleh sejumlah profesional dari berbagai sektor industri yang memegang peran strategis di bidang manajemen risiko, operasional, quality assurance, supply chain, hingga perencanaan bisnis korporat.
Untuk memberikan pelatihan berbasis bukti (evidence-based) yang mengawinkan standar kepatuhan teknis dengan realitas rantai pasok global, Edu-Flex Innovations menghadirkan Ir. A. Sumitro Parikesit sebagai instruktur utama. Beliau merupakan eksekutif senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun memimpin manajemen operasional, inovasi material, dan kepatuhan sistem mutu pada berbagai perusahaan multinasional.

Urgensi Penguatan Kapasitas Sustainability Analyst di Sektor Industri
Peran seorang Sustainability Analyst saat ini menjadi instrumen krusial bagi ketahanan korporasi. Transisi energi, pengawasan emisi rantai pasok (Scope 1, 2, dan 3), regulasi pasar ekspor mengenai batas jejak karbon, serta audit efisiensi material menuntut perusahaan untuk memiliki tenaga ahli yang mampu menerjemahkan data lingkungan menjadi aksi korporasi yang terukur.
Kendala umum yang kerap dihadapi dunia industri adalah kesenjangan (gap) antara perancangan program keberlanjutan dan implementasi teknis di lantai produksi. Banyak inisiatif hijau terhenti sebatas laporan di atas kertas (sustainability report) tanpa menghasilkan efisiensi biaya nyata atau pengurangan dampak lingkungan yang signifikan.
Melalui pelatihan Sustainability Analyst ini, Edu-Flex Innovations menyajikan kerangka kerja analitis yang dirancang untuk memecahkan persoalan tersebut. Format pelatihan daring selama dua hari dimanfaatkan secara optimal melalui pemaparan materi sistematis, studi kasus audit rantai pasok, analisis siklus hidup produk (Life Cycle Assessment), serta simulasi penghitungan efisiensi material yang berdampak langsung pada kinerja laba rugi perusahaan.
Profil Trainer: Penguasaan Standar Mutu, Keberlanjutan, dan Kepemimpinan Rantai Pasok Global
Kredibilitas materi pelatihan Sustainability Analyst yang diselenggarakan oleh Edu-Flex Innovations didukung penuh oleh rekam jejak instruktur, Ir. A. Sumitro Parikesit. Latar belakang multidisiplin yang beliau miliki mencakup keahlian rekayasa teknik kimia, sertifikasi kepemimpinan keberlanjutan, kepemilikan paten internasional, hingga pengalaman memimpin fasilitas produksi skala global.
-
Fondasi Akademis, Standardisasi Mutu, dan Sertifikasi Keberlanjutan
Ir. A. Sumitro Parikesit menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknik Kimia (Chemical Engineering) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Beliau kemudian memperdalam spesialisasi di bidang Packaging Technology Mastery melalui Australia Packaging Institute di Melbourne pada tahun 1992, serta mendalami Bar Coding & Application di University of California (UC) Berkeley Extension pada tahun 1994.
Dalam aspek standardisasi industri dan tata kelola lingkungan, kompetensi beliau diperkuat oleh serangkaian sertifikasi kredibel:
- Sertifikasi ISO 14001 (Environmental Management Systems) dari Unilever (2005), yang menjadi fondasi utama metodologi audit lingkungan yang diajarkannya.
- Sertifikasi ISO 9001 (Quality Management Systems) pada tahun 1999.
- Total Productive Maintenance (TPM) Mastery (2000) dan Total Quality Control (TQC) Process Improvement (1995), yang memberikan perspektif teknis mengenai eliminasi pemborosan (waste elimination) di fasilitas manufaktur.
- Pendidikan Eksekutif Keberlanjutan: Beliau menempuh program Sustainability Foundation di Unilever China (Shanghai) pada tahun 2009, Licence To Lead di PZ Cussons (2017), serta pendalaman mengenai The Wealth Economy, Sustainable Development and the Law dari University of Cambridge.
Selain sertifikasi formal, inovasi teknis Sumitro Parikesit diakui dunia internasional melalui pencapaian Paten Internasional WIPO pada tahun 2000 untuk invensi “Packaged Brush” (WO2000024289A1), membuktikan kapasitas beliau dalam merekayasa produk dari tahap konseptualisasi hingga eksekusi komersial berskala global.
-
Tiga Dekade Pengalaman Memimpin Industri Skala Global
Pengalaman praktis yang dibagikan kepada para peserta bersumber dari perjalanan karier eksekutif Ir. A. Sumitro Parikesit di jajaran pimpinan perusahaan multinasional:
- Unilever (1991–2011): Selama 20 tahun, beliau bertindak sebagai Regional Packaging Development Manager untuk divisi Home Care, Food, dan Ice Cream, sekaligus memimpin Global Oral Packaging Team. Beliau memimpin harmonisasi rantai pasok dan pengembangan material kemasan di berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Filipina, dan Indonesia, serta mengelola portofolio merek-merek ternama dunia seperti Pepsodent, Dove, Sunsilk, Rexona, Axe, Rinso, Molto, Wall’s (Magnum/Cornetto), Royco, Bango, dan Buavita.
- PZ Cussons (2011–2019): Menjabat sebagai Director of Packaging Asia selama delapan tahun. Dalam posisi ini, beliau mengelola kebutuhan kemasan regional dan mengawasi fasilitas manufaktur pihak ketiga (3rd party facilities) di China, Bangkok, serta Australia untuk merek-merek seperti Cussons Baby dan Imperial Leather. Keberhasilan terbesarnya adalah mengeksekusi Strategic Cost Optimization melalui inovasi material ramah lingkungan dan harmonisasi pasokan lintas wilayah.
- PT Technoplastika Prima Perdana (2019–2021): Bertindak sebagai General Manager Operations, memimpin langsung lebih dari 500 tenaga kerja dalam mengoptimalkan efisiensi produksi, keselamatan kerja (workplace safety), dan penjaminan mutu manufaktur.
Sebagai Expert Educator di PT Eduflex Innovations, Sumitro Parikesit mengintegrasikan seluruh pengalaman industri, kepatuhan audit lingkungan, dan formulasi strategi keberlanjutan tersebut secara runut dalam pelatihan ini.
Struktur Kurikulum Pelatihan: Metodologi Analisis Berkelanjutan 2 Hari
Pelatihan daring yang dihelat pada awal Februari 2025 ini disusun ke dalam beberapa modul utama yang berorientasi pada pemecahan masalah riil (problem-solving):
Hari Pertama: Audit Kerangka Kerja Keberlanjutan dan Integrasi ISO 14001
Sesi hari pertama membedah peran sentral Sustainability Analyst dalam mengevaluasi rantai nilai perusahaan. Mengacu pada kerangka kerja ISO 14001 dan studi kasus FMCG global, Ir. A. Sumitro Parikesit memandu peserta dalam mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas manufaktur maupun jasa.
Peserta dilatih untuk menyusun matriks materialitas keberlanjutan, melakukan pemetaan jejak karbon pada rantai pasok (supply chain mapping), serta mengidentifikasi potensi kebocoran sumber daya. Sesi ini menekankan bahwa analisis keberlanjutan harus dimulai dari audit data dasar (baseline assessment) yang akurat agar target dekarbonisasi yang ditetapkan perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik.
Hari Kedua: Material Innovation, Optimalisasi Biaya, dan Pengambilan Keputusan Strategis
Hari kedua menitikberatkan pada konversi hasil analisis keberlanjutan menjadi inisiatif strategis yang efisien secara finansial. Sumitro Parikesit membedah studi kasus nyata mengenai bagaimana substitusi material dan desain kemasan sirkular mampu memangkas biaya produksi sekaligus menurunkan jejak karbon secara signifikan (Cost Savings via Material Innovation).
Para peserta kemudian diberikan studi kasus interaktif untuk menghitung Return on Investment (ROI) dari proyek keberlanjutan, menyusun rekomendasi mitigasi risiko ESG untuk jajaran direksi, serta merumuskan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) keberlanjutan yang sejalan dengan target bisnis korporasi.
Nilai Tambah bagi Para Profesional Peserta
Penyelenggaraan pelatihan oleh Edu-Flex Innovations ini memberikan keluaran kompetensi yang langsung dapat diaplikasikan oleh para profesional peserta, di antaranya:
- Kemampuan Diagnostik Rantai Nilai: Mampu membedah alur operasional dan rantai pasok untuk menemukan titik-titik inefisiensi energi dan material.
- Keahlian Menghubungkan ESG dengan Finansial: Memiliki kompetensi untuk menyusun kalkulasi bisnis atas inisiatif keberlanjutan, membuktikan bahwa program ramah lingkungan dapat menciptakan efisiensi biaya (cost optimization).
- Penyelarasan Standar Mutu Internasional: Mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip ISO 14001, manajemen mutu, dan regulasi keberlanjutan ke dalam operasional harian perusahaan.
Komitmen Edu-Flex Innovations
Keberhasilan pelaksanaan pelatihan Sustainability Analyst pada 1–2 Februari 2025 ini kembali menegaskan komitmen PT Eduflex Innovations sebagai mitra pengembangan kompetensi korporat terdepan di Indonesia. Edu-Flex Innovations konsisten menyajikan program-program peningkatan kapasitas kerja yang relevan dengan dinamika global melalui bimbingan para praktisi dan eksekutif senior berbobot internasional.



