Menguasai Seni Eksekusi Strategis: Evaluasi Pelatihan Mastering Project Planning Edu Flex Innovations Bersama Ir. A Sumitro Parikesit

Jakarta, Desember 2024 – Keterampilan merencanakan sebuah proyek tidak lahir dari pemahaman teoretis semata, melainkan dari akumulasi kegagalan, mitigasi risiko, dan keberhasilan eksekusi di lapangan. Di era bisnis modern, profesional muda sering kali dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat dan alokasi sumber daya yang terbatas. Kelemahan dalam tahap perencanaan (project planning) adalah akar penyebab pembengkakan biaya dan kegagalan peluncuran produk. Menjawab tantangan struktural ini, Edu Flex Innovations menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Mastering Project Planning” secara daring pada tanggal 18 hingga 19 Desember 2024.

Pelatihan ini menargetkan kelompok demografi yang sangat spesifik, yakni para profesional muda. Pemilihan target audiens ini merupakan langkah taktis, mengingat kelompok inilah yang saat ini menggerakkan roda operasional di berbagai perusahaan, namun sering kali masih membutuhkan penajaman dalam hal kerangka kerja strategis dan manajemen sumber daya. Untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan memiliki bobot pragmatis dan analitis yang tinggi, Edu Flex Innovations menunjuk Ir. A Sumitro Parikesit sebagai instruktur utama.

Fondasi Analitis: Mengawinkan Pola Pikir Rekayasa dengan Manajemen Proyek

Seorang perencana proyek yang andal membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyusun jadwal; mereka membutuhkan kerangka berpikir sistematis. Kapasitas ini sangat jelas terlihat pada profil akademis Bapak Sumitro. Lahir di Bandung pada 5 April 1962, beliau membangun fondasi logikanya melalui pendidikan di Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lulus pada tahun 1989. Pola pikir rekayasa (engineering mindset) yang menekankan pada presisi, analisis proses, dan efisiensi ini merupakan aset fundamental dalam manajemen proyek.

Beliau kemudian menajamkan spesialisasi teknisnya dengan menempuh pendidikan di Australia Packaging Institute, Melbourne, pada bulan April 1992. Kombinasi keilmuan ini mengantarkan beliau pada penguasaan komprehensif di bidang Teknologi Kemasan, yang mencakup proses molding, flexible packaging, printing, filling, hingga packing. Bagi para profesional muda peserta pelatihan, pemahaman teknis dari instruktur ini memberikan perspektif nyata bahwa setiap fase dalam sebuah proyek memiliki spesifikasi dan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) yang harus direncanakan secara detail.

Manajemen Proyek Skala Global: Membedah Studi Kasus New Product Development (NPD)

Sebuah perencanaan proyek diuji ketahanannya ketika dihadapkan pada skala internasional. Dalam pelatihan ini, Bapak Sumitro banyak membedah pengalaman riilnya dalam memimpin proyek-proyek New Product Development (NPD) internasional. Keahlian utama beliau mencakup inovasi brand dan branding produk.

Beliau memiliki portofolio memimpin proyek NPD untuk memenuhi kebutuhan pemasaran di perusahaan multinasional raksasa, yaitu Unilever dan PZ Cussons. Skala proyek yang beliau pimpin tidak terbatas pada pasar domestik, melainkan menjangkau lokasi manufaktur dan target pasar yang sangat luas, meliputi Indonesia, Thailand, Philippine, Malaysia, China, Australia, dan Inggris.

Dalam sesi pelatihan daring selama dua hari tersebut, peserta diajak menganalisis kerumitan proyek pengembangan produk untuk brand-brand yang mendominasi pasar Eropa dan Asia. Bapak Sumitro berbagi pengalaman mengenai siklus hidup proyek teknologi kemasan, yang dimulai secara ketat dari penyusunan konsep, dilanjutkan ke fase desain, hingga tahap krusial yaitu penerapan ke pasar. Kredibilitas metodologi yang diajarkan tervalidasi oleh rekam jejak beliau yang telah mengerjakan eksekusi proyek untuk jenama-jenama raksasa, antara lain:

  • Pepsodent, SunSilk, dan Clear.
  • Lux, Rexona, Axe, Vaseline, Citra, dan Pond’s.
  • Lifebuoy, Sunlight, dan Rinso.
  • Sariwangi, Royco, Walls, dan Buavita.
  • Cusson, Imperial Leather, dan Morning Fresh.

Bagi para profesional muda, membedah proyek peluncuran produk berskala masif ini memberikan pemahaman konkret mengenai pentingnya timeline yang solid, manajemen vendor, dan penjaminan mutu di setiap titik kontrol (milestone).

Kompleksitas Harmonisasi dan Resolusi Konflik dalam Proyek

Salah satu tantangan terbesar dalam Project Planning adalah manajemen pemangku kepentingan (stakeholder management) dan harmonisasi standar operasional, terutama ketika proyek melibatkan lintas negara. Bapak Sumitro memiliki kompetensi yang sangat spesifik dalam hal ini. Pada periode 1996 hingga 2000, beliau tergabung dalam Global Oral Packaging Team di PT Unilever Indonesia, Surabaya.

Dalam peran tersebut, beliau bertugas memimpin harmonisasi elemen-elemen kemasan perawatan mulut (oral care) skala global dari beberapa negara, yaitu India, USA, Inggris, Philipine, dan Indonesia. Penugasan ini menuntut tingkat perencanaan tingkat dewa, karena beliau harus menstandarkan aspek-aspek teknikal yang sangat kompleks, mulai dari spesifikasi material, jenis mesin manufaktur, mesin filling, hingga manajemen rekanan (supplier) di seluruh negara tersebut. Mahasiswa dan profesional yang mengikuti kelas ini belajar secara langsung bagaimana merencanakan integrasi sistem yang terfragmentasi, memitigasi benturan regulasi antarnegara, dan memastikan output proyek tetap seragam meskipun dieksekusi di wilayah geografis yang berbeda.

Kepemimpinan Proyek, Manajemen Risiko, dan Keberlanjutan

Rencana proyek sebaik apa pun akan runtuh tanpa kepemimpinan yang tangguh dan manajemen risiko yang presisi. Dalam hal pengorganisasian sumber daya manusia, kapasitas Bapak Sumitro terbukti saat beliau menjabat sebagai General Manager di PT Technoplastika Prima Perdana, Banten, pada rentang waktu 2019 hingga 2020. Di sana, beliau memimpin secara langsung 500 karyawan untuk memastikan kelancaran proses produksi kemasan pangan dan menjamin terpenuhinya kualitas terbaik serta keamanan produk bagi kustomer.

Selain itu, saat menjabat sebagai Direktur Packaging Asia di PZ Cusson Indonesia (Bangkok & Tangerang) dari tahun 2011 hingga 2019, beliau memegang peranan krusial dalam merencanakan efisiensi proyek. Beliau sukses melakukan penghematan biaya kemasan melalui inovasi penggunaan material alternatif, serta menyediakan fasilitas produksi di berbagai tempat (pihak ketiga / 3rd party) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Analisis efisiensi biaya (cost-efficiency analysis) ini adalah jantung dari disiplin Project Planning.

Terkait dengan inovasi, Bapak Sumitro bukanlah sekadar pengikut tren. Rencana proyeknya sering kali bermuara pada penemuan orisinal, terbukti dari kepemilikan paten internasional (International Patent for Packaged Brush) dengan nomor publikasi WO2000024289A1 pada tahun 2000.

Pemahaman mengenai manajemen risiko dan timeline juga diperkuat oleh deretan sertifikasi dan kursus yang pernah beliau tamatkan:

  • Sertifikasi ISO 14001 dan ISO 22000 dari Unilever pada tahun 2005 dan 2004, yang menanamkan pentingnya kepatuhan (compliance) dalam setiap fase proyek.
  • Sertifikasi Safety Management Unilever Indonesia (1997) dan TPM (Total Productive Maintenance) pada tahun 2000.
  • Kursus Manajemen Waktu dari IMMI pada tahun 1993, sebuah keahlian absolut yang harus dimiliki oleh setiap Project Manager.
  • Kursus Unilever Sustainability Foundation di Shanghai, China pada tahun 2009, yang memastikan bahwa perencanaan proyek tidak mengabaikan dampak ekologis lingkungan.

Mengukur Akurasi Melalui Lensa Finansial

Satu dimensi unik yang membedakan pelatihan yang dibawakan oleh Bapak Sumitro dengan pelatihan manajemen proyek konvensional adalah ketajaman analitik finansialnya. Di luar kesibukan profesionalnya di sektor riil, beliau memiliki dedikasi khusus pada akhir pekan untuk memberikan pengajaran kepada para siswa mengenai strategi investasi dan trading di pasar saham Amerika, khususnya di bursa NYSE dan NASDAQ.

Keahlian beliau dalam analisa teknikal dan strategi opsi saham bursa Amerika mensyaratkan kemampuan matematika probabilitas, analisis risiko (risk/reward ratio), dan disiplin eksekusi yang sangat ketat. Bagi seorang perencana proyek, kemampuan membaca volatilitas pasar saham sangat mirip dengan kemampuan memprediksi variabel tak terduga (contingency plan) dalam eksekusi proyek komersial.

Konklusi: Evaluasi Hasil Pelatihan

Pelaksanaan “Mastering Project Planning” oleh Edu Flex Innovations pada 18-19 Desember 2024 terbukti tidak sekadar menjadi forum diskusi akademis. Melalui format daring yang dikelola dengan interaktif, para profesional muda mendapatkan injeksi paradigma baru dalam merancang, memantau, dan mengevaluasi siklus proyek.

Menghadirkan narasumber dengan profil hibrida—yang menggabungkan pola pikir rekayasa ITB, pengalaman operasional manufaktur FMCG multinasional, inovator pemegang paten, dan analis teknikal finansial—merupakan strategi yang sangat jitu. Para peserta tidak hanya mempelajari penggunaan Gantt Chart atau Agile Framework secara permukaan, melainkan dilatih untuk meninjau proyek dari sudut pandang return on investment (ROI), kelayakan teknis, mitigasi risiko antarnegara, serta penghematan biaya secara riil. Kegiatan ini semakin mengokohkan reputasi Edu Flex Innovations sebagai katalisator pendidikan profesional yang tanggap terhadap tuntutan kompetensi industri masa depan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Butuh Bantuan? Silahkan Hubungi Kami