Merajut Masa Depan Pariwisata Indonesia Melalui Komunikasi Digital: Suksesnya Pelatihan Destinasi Pariwisata oleh Edu-Flex Innovations di Institut Pariwisata Trisakti

Jakarta, Desember 2024 – Pariwisata merupakan salah satu sektor paling vital dalam menggerakkan roda perekonomian dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah global. Di era modern yang serba terdigitalisasi, mengelola sebuah destinasi wisata tidak lagi sekadar berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik atau penyediaan akomodasi semata. Lebih dari itu, pariwisata masa kini adalah tentang bagaimana sebuah destinasi mampu menceritakan kisahnya (storytelling), membangun citra merek (branding), dan mengomunikasikan nilainya kepada audiens yang tepat melintasi batas-batas geografis.

Menyadari adanya pergeseran paradigma tersebut dan pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, Edu-Flex Innovations sukses menyelenggarakan acara “Pelatihan Destinasi Pariwisata”. Acara berskala akademis dan praktis ini diselenggarakan secara daring (online) selama dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 10 hingga 11 Desember 2024. Pelatihan ini mengambil tempat secara virtual di lingkungan Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta, dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi institut pariwisata tersebut. Kehadiran para calon profesional muda pariwisata ini menandakan tingginya kesadaran generasi penerus akan pentingnya membekali diri dengan ilmu multidisiplin sebelum terjun ke industri yang kompetitif.

Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan relevan dengan tren komunikasi dan media masa kini, Edu-Flex Innovations menghadirkan seorang narasumber yang profilnya sangat merepresentasikan perpaduan antara akademisi cerdas dan praktisi media digital. Beliau adalah Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati, S.I.Kom., M.I.Kom.

Profil Narasumber: Sinergi Ilmu Komunikasi dan Pengalaman Media Massa

Kehadiran Ibu Laurencia Steffanie sebagai trainer utama dalam Pelatihan Destinasi Pariwisata ini memberikan warna yang sangat berbeda dan menyegarkan bagi para mahasiswa pariwisata. Jika biasanya mereka mendapatkan materi dari praktisi perhotelan atau tur, kali ini mereka diajak melihat industri pariwisata dari lensa strategis Ilmu Komunikasi, Public Relations, dan Manajemen Media.

Ibu Laurencia memiliki fondasi akademis yang sangat kuat di bidang Ilmu Komunikasi. Beliau menempuh pendidikan strata satu (S1) di Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan konsentrasi Broadcasting, dan berhasil meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) pada Januari 2019 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,49 . Tidak berhenti di situ, semangat akademisnya membawa beliau untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di almamater yang sama. Beliau sukses meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom) pada tahun 2021 dengan predikat kelulusan yang sangat memuaskan, yakni IPK 3,76 .

Namun, yang membuat Ibu Laurencia menjadi narasumber yang luar biasa untuk pelatihan ini adalah pengalaman praktisnya di dunia media, kreatif, dan penyiaran. Industri pariwisata sangat bergantung pada visual dan penyampaian pesan yang menarik. Dalam hal ini, Ibu Laurencia memiliki keterampilan teknis mumpuni karena pernah berkarier di berbagai sektor media. Beliau pernah bekerja di PT Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) pada tahun 2017 sebagai Production Assistant, di mana beliau bertanggung jawab dalam pengumpulan footage berita, penyuntingan (editing) gambar, video, dan audio, serta memastikan kelengkapan peralatan siaran .

Selain televisi, beliau juga memiliki pengalaman sebagai penyiar (Announcer) dan produser iklan di Eljohn Radio Jambi , serta menjadi General Administration sekaligus Content Creator di PT Kilau Permata pada tahun 2019, di mana tugasnya mencakup merencanakan dan memproduksi konten gambar dan video untuk Instagram dan YouTube . Latar belakangnya yang kaya akan skill sinematografi, fotografi, dan video editing menjadikan beliau sosok yang tepat untuk mengajarkan mahasiswa pariwisata bagaimana membuat konten promosi destinasi yang memanjakan mata sekaligus viral di era media sosial.

Relevansi Akademis: Menghubungkan Teori Komunikasi dengan Pariwisata

Pemilihan Ibu Laurencia oleh Edu-Flex Innovations bukanlah tanpa alasan analitis. Meskipun berlatar belakang Ilmu Komunikasi, rekam jejak penelitian dan studi pascasarjana beliau sangat bersinggungan dengan manajemen pariwisata, budaya, dan pemasaran digital.

Dalam transkrip nilai magisternya, tercatat bahwa Ibu Laurencia mengambil dan meraih nilai yang sangat memuaskan (Grade A-) untuk mata kuliah spesifik “Hospitality & Tourism Management”. Pengetahuan manajerial pariwisata ini diperkuat dengan keilmuan strategis lainnya seperti “Branding Strategic” (mendapatkan nilai A bulat), “Integrated Marketing Communication”, “Service & Digital Marketing Management”, serta “Cross Culture Communication” dan “Culture & Consumer Behaviour”. Seluruh pilar keilmuan inilah yang menjadi nyawa dari kurikulum pelatihan selama dua hari di Institut Pariwisata Trisakti.

Selama sesi online pada tanggal 10-11 Desember 2024, Ibu Laurencia banyak mengangkat studi kasus dari karya-karya penelitiannya yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi nasional (SINTA). Mahasiswa diajak untuk tidak hanya berpikir bagaimana mendatangkan turis, tetapi bagaimana membangun branding yang berakar pada budaya lokal.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Ibu Laurencia membedah penelitiannya yang bertajuk “Menelisik Sejarah Gudeg Sebagai Alternatif Wisata dan Citra Kota Yogyakarta” . Beliau menjelaskan bagaimana sebuah kuliner tradisional tidak sekadar menjadi produk konsumsi, melainkan sebuah entitas sejarah yang mampu membentuk citra (image) sebuah kota dan menjadi daya tarik utama bagi destinasi wisata sejarah maupun kuliner . Hal ini membuka wawasan mahasiswa bahwa setiap destinasi wisata di Indonesia pasti memiliki narasi budaya unik yang bisa di-“jual” ke mata dunia jika dikomunikasikan dengan tepat.

Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami relasi antara media massa massa dan industri perjalanan. Ibu Laurencia mengangkat risetnya yang berjudul “Pemenuhan Kebutuhan Informasi Karyawan PT Antavaya Melalui Program Acara Celebrity on Vacation Trans TV” . PT Antavaya dikenal sebagai salah satu agen perjalanan (travel agent) besar, dan riset ini memberikan perspektif nyata tentang bagaimana program tayangan liburan di televisi swasta mampu memengaruhi kebutuhan informasi dan tren pariwisata di kalangan pekerja industri tersebut .

Dinamika Kelas Daring: Menggali Strategi Pemasaran Digital dan Ekologi

Dalam mengelola destinasi pariwisata masa kini, pendekatan Public Relations (PR) modern sangat dibutuhkan. Ibu Laurencia membekali peserta dengan strategi membangun citra kekinian yang digandrungi generasi milenial dan Gen Z. Beliau mereferensikan penelitiannya tentang “Strategi Public Relations Kedai Kopi Chuseyo dengan Identitas Korean Wave dalam Membangun Citra Kekinian” . Mahasiswa diajarkan bagaimana menunggangi tren pop kultur global (Korean Wave atau Hallyu) untuk mempromosikan destinasi atau fasilitas pariwisata (seperti kafe atau kawasan tematik) secara efektif .

Pariwisata era pasca-pandemi juga sangat bergantung pada ekonomi kreatif dan digital. Mengutip risetnya mengenai “Narasi Shopee Dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi E-Commerce Di Era Modern” , narasumber mendorong mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti untuk memikirkan integrasi antara destinasi wisata, pengrajin suvenir lokal (UMKM), dan platform e-commerce. Pemasaran digital destinasi tidak akan lengkap tanpa adanya ekosistem ekonomi kreatif yang mendukungnya secara online .

Hal yang tak kalah penting, Edu-Flex Innovations juga menyisipkan agenda pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Ibu Laurencia, yang pernah menjadi narasumber dalam “Training Fasilitator Pelatihan Gereja Peduli Gambut dan Mangrove” bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove pada tahun 2021, membagikan pengalamannya mengenai pentingnya kepedulian ekologis. Beliau menekankan bahwa mahasiswa pariwisata memiliki tanggung jawab moral untuk mempromosikan destinasi ekowisata (seperti hutan mangrove) sekaligus mengedukasi wisatawan melalui kampanye literasi media digital yang tepat. Pariwisata yang sukses di masa depan adalah pariwisata yang tidak merusak alamnya sendiri.

Kesimpulan: Melahirkan Agen Komunikasi Pariwisata

Pelaksanaan “Pelatihan Destinasi Pariwisata” yang digelar pada 10-11 Desember 2024 lalu merupakan wujud nyata kontribusi Edu-Flex Innovations dalam menjembatani kebutuhan kurikulum pendidikan tinggi dengan realitas lapangan. Melalui pendekatan daring, jarak fisik tidak menjadi halangan bagi terjadinya transfer ilmu yang padat, kritis, dan interaktif.

Keputusan menghadirkan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati, S.I.Kom., M.I.Kom., terbukti menjadi langkah yang sangat brilian. Dengan kompetensinya sebagai Magister Ilmu Komunikasi yang mahir dalam riset , broadcasting , hingga content creation , beliau tidak hanya mengajarkan mahasiswa pariwisata untuk menjadi seorang manajer operasional yang baik. Lebih dari itu, beliau mencetak generasi mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti untuk menjadi “pemikir” strategis, pengomunikasi budaya yang andal, dan pembuat konten pariwisata yang cerdas di ranah digital.

Para peserta kini telah kembali melanjutkan studinya dengan pergeseran cara pandang (mindset) yang lebih luas. Mereka bukan lagi sekadar calon pekerja sektor hospitality, melainkan agen-agen komunikasi yang siap membawa wajah destinasi pariwisata Indonesia tampil bersinar di panggung dunia.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Butuh Bantuan? Silahkan Hubungi Kami